Sabtu, 29 Desember 2012


TUGAS TERSTRUKTUR
EKOLOGI PERAIRAN
‘’Sungai Banjaran’’





 







Disusun oleh :
Rini Puji Lestari          (H1K011001)






KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
JURUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN
PURWOKERTO
2012




BAB I
PENDAHULUAN
1.1.                 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara dengan wilayah perairan yang luas. Salah satunya adalah perairan air tawar. Perairan air tawar digolongkan menjadi air tenang dan mengalir. Perairan yang termasuk ekosistem air mengalir adalah sungai. Sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang dimanfaatkan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Makrozoobentos merupakan salah satu kelompok terpenting dalam ekosistem perairan sehubungan dengan peranannya sebagai organisme kunci dalam jaring makanan. Selain itu tingkat keanekaragaman yang terdapat di lingkungan perairan dapat digunakan sebagai indikator pencemaran Dengan adanya kelompok bentos yang hidup menetap (sesile) dan daya adaptasi bervariasi terhadap kondisi lingkungan, membuat hewan bentos seringkali digunakan sebagai petunjuk bagi penilaian kualitas air. Makrobentos memiliki peranan ekologis dan struktur spesifik dihubungkan dengan makrofita air yang merupakan materi autochthon. Karakteristik dari masing-masing bagian makrofita akuatik ini bervariasi, sehingga membentuk substratum dinamis yang komplek yang membantu pembentukan interaksi-interaksi makroinvertebrata terhadap kepadatan dan keragamannya sebagai sumber energi rantai makanan pada perairan akuatik.
Sungai adalah salah satu ekosistem perairan yang dipengaruhi oleh banyak faktor, baik oleh aktivitas alam maupun aktivitas manusia di Daerah Aliran Sungai (DAS). Sungai merupakan jaringan alur-alur pada permukaan bumi yang terbentuk secara alamiah, mulai dari bentuk kecil di bagian hulu sampai besar di bagian hilir. Air hujan yang jatuh diatas permukaan bumu dalam perjalanannya sebagian kecil menguap dan sebagian besar mengalir dalam bentuk-bentuk kecil kemudian menjadi alur sedang seterusnya mengumpul menjadi satu alur besar atau utama Dengan demikian dapat dikatakan sungai berfungsi menampung curah hujan dan mengalirkannya ke laut. (Loebis et al.,1993,hlm: 3)
Sungai Banjaran adalah salah satu sungai yang ada di Kabupaten Banyumas, tepatnya berada di Desa Kebumen Kecamatan Baturraden Purwokerto. Sungai Banjaran merupakan anak sungai Logawa yang mengalir dari arah utara ke arah selatan dan bermuara pada sungai Serayu di daerah Patikraja. Sungai Banjaran memiliki luas DAS kira-kira 47.16 km2. DAS Banjaran terletak di Kabupaten Banyumas yang meliputi enam Kecamatan yaitu Kecamatan Baturaden, Kedungbanteng, Purwokerto Utara, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, dan Patikraja.
Gb.1 Sungai Banjaran
Sungai Banjaran terletak di Global Positioning System (GPS) yaitu :

Last update 6 oktober 2012,jam 13.25 wib
Lokasi             : Desa kebumen
Sungai             : Banjaran
Longtitude      : 10913’15.765” E
Latitud                        : 7 22’02.902” S
Accurasy         : 228,6 m

1.2 Tujuan
Dalam melakukan praktikum pengambilan sampel makrobentik bertujuan untuk :
·         Mengetahui spesies yang ada pada sungai banjaran.
·         Mengetahui keragaman biota di perairan Sungai Banjaran.
·         Mengidenifikasi jenis-jenis bentik yang ada di Sungai Banjaran.








BAB II
CARA KERJA

2.1       Alat dan Bahan
2.1.1.       Alat
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah planktonet, jala surber, termometer, GPS, saringan, senter, ember, botol film, emergency lamp, tali rafia, plastik hitam dan putih (1kg).
2.1.2.       Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah formalin 10%.
2.2.            Metode
2.2.1.       Drifting
Salah satu metode yang kami gunakan untuk mengambil sampel adalah drifting. Drifting adalah metode dalam pengambilan sampel makrobentos (bentik). Dimana metode ini menggunakan alat yaitu jala surber. Jala ini diletakkan di sembarang tempat selama satu jam dan melawan arus. Di bagian ujung jala surber ini di letakkan beban seperti batu untuk menjaga aga jala surber tetap kokoh dan tidah terbawa arus sungai. Makrobentos yang didapat dimasukkan ke botol film dan diberi formalin 10% serta diberi label.










BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1.                 Hasil
Tabel 1 Drifting.

No.
Bentik (Ordo)
Waktu
Jumlah
14.00-15.00
17.30-18.30
21.30-22.30
04.00-05.00
1.
Diptera
Chironomidae



1



Dolichopodidae


1



Athericidae


1
2.
Trichoptera

Rhyacophilidae


2




Rhyacophilidae

8





Rhyacophilidae
1
3.
Hemiptera

Pleidae


1
4.
Plecoptera

perlidae


2




Baetidae





3.2.                 Pembahasan

Beberapa bentik yang didapat di Sungai banjaran adalah Baetidae, lepidoptera, Heptageniidae, Leptophlebiidae, perlidae dan ephemerellidae. Tetapi bentik yang mendominasi di sungai banjaran adalah Ceratopogonidae , Baetidae dan Rhyacophilidae. Pengambilan bentik ini dilakukan dengan metode drifting. Bentik-bentik itu didapat dari hasil metode drifting pukul 15.00, 18.30 dan 22.30.

Ø Baetidae
Klasifikasi dari Baetidae ini adalah :

Kerajaan             : Animalia
Filum                  : Arthropoda
Kelas                  : Insecta
Order                 : Ephemeroptera
Subordo             : Schistonota
Superfamili        : Baetoidea
Keluarga                        : Baetidae

spesies yang berbeda muncul pada waktu yang berbeda sepanjang tahun, dari Agustus sampai Mei, sehingga bisa ada beberapa generasi nimfa baetid hidup di air bersamaan Cloeon fluviatile, terjadi di sungai musiman di Northern Territory. pengeringan kemudian berkembang dengan cepat dalam empat minggu ketika innundated.  nimfa Baetid terdapat pada hampir semua habitat air tawar, termasuk zona riffle cepat mengalir dari sungai ke slackwaters sungai,, billabongs lahan basah dan bendungan pertanian, tetapi mereka paling beragam dalam dingin, air mengalir. Anakan biasanya ditemukan di dekat atau di air tumbuhan. Nimfa Baetid mengikis ganggang dan detritus halus dari batuan terendam, kayu dan tumbuhan. Nimfa adalah perenang yang kuat dan bergerak dengan gerakan yang cepat naik dan turun dari perut mereka. Baetidae memiliki hypognathous kepala, kecuali untuk Platybaetis yang memiliki kepala prognathous , Antena lebih lama daripada lebar kepala, biasanya asalkan kepala dan dada dikombinasikan,efisien dengan belang-belang pewarna tubuh, toraks biasanya sangat berpunuk, oval untuk melingkar di penampang, kecuali Platybaetis yang dorsoventrally diratakan belakang sayap bantalan ada atau tidak perut tanpa duri posterolateral, seperti piring insang pada segmen perut 1-7 atau 2-7, dalam margin filamen e.kor dibatasi dengan setae, kecuali Platybaetis dan  total panjang dapat mencapai 1O mm.
Gb.2 baetidae


Ø Perlidae
Klasifikasi dari Perlidae ini adalah :

Kerajaan               :
Animalia

Filum                    : Arthropoda
Kelas                    : Insecta
 Infraclass             : Neoptera
Order                    : Plecoptera
Keluarga               : Perlidae

Ada 15 genera dengan total 72 jenis (Voshell). Mayoritas Perlidae ditemukan di Timur. Panjang siklus hidup dapat antara 1 dan 3 tahun. Mereka dewasa muncul di musim panas. Orang-orang dewasa yang sangat aktif dan diketahui tertarik pada sumber cahaya. Mereka biasanya sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Perlidae adalah erosi biasanya lotic dan lentic. Mereka ditemukan dalam dingin, media jelas bagi aliran besar dan kadang-kadang dalam yang lebih besar, sungai hangat yang membawa lumpur . Mereka adalah crawler dan dapat bergerak cepat. Di air yang tenang, tidak ada air bergerak lebih mereka insang sehingga mereka menggerakkan tubuh mereka atas dan ke bawah untuk menjaga oksigen mengalir melalui insang. Mereka adalah engulfer-predator. Mereka mengkonsumsi semua jenis invertebrata . Sangat muda larva adalah kolektor-pengumpul.
Gb.3 Perlidae



Ø Rhyacophilidae
Klasifikasi dari Rhyacophilidae ini adalah :
Kingdom              : Animalia
Phylum                 : Arthropoda
Class                     : Insecta
Order                    : Trichoptera
Suborder              : Spicipalpia
 Superfamily         :Rhyacophiloidea
 Family                 : Rhyacophilidae


Rhyacophilidae adalah sebuah keluarga dalam urutan serangga Trichoptera . Larva dari keluarga ini hidup bebas dan spesies paling liar. Genus terbesar adalah Rhyacophila, dengan dekat 500 spesies di seluruh belahan bumi utara.

Gb.4 Rhyacophilidae




















BAB IV
PENUTUP

4.1.                 Kesimpulan
Banyak Mikrozoobentos yang didapat di Sungai Banjaran. Bentik yang mendominasi di sungai ini adalah Ceratopogonidae , Baetidae dan Rhyacophilidae. Sungai kejajar dapat dijadikan bioindikator makrobentik. Banyak spesies yang hidup pada sungai kejajar dikarenakan kualitas air sungai tersebut yang masih jernih. Tidak tercemar oleh udara di sungai tersebut.Kondisi suatu perairan tidak hanya dipengaruhi oleh komponen bioik tetapi dipengaruhi oleh faktor abiotik seperti suhu dan ph.























DAFTAR PUSTAKA

Pratiwi, N, Krisanti, Nursiyamah, I. Maryanto, R. Ubaidillah, & W. A. Noerdjito. 2004. Panduan Pengukuran Kualitas Air Sungai. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Appa-Awwa-Web. 1995. Standard Methods For The Examination Of Water And Wastewater,  Edisi 19. American Public Health Assocoation. Washington.D.C.

Nieto,Carolina. 2010. Cladistic analysis of the family Baetidae(Insecta: Ephemeroptera) in South America. Systematic Entomology Vol. 35( 512–525)


Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Gadjah                               Mada University Press.

Jacobus, Luke.M, and Erick Fleek .D. 2010.  Insecta, Ephemeroptera, Ephemerellidae, Attenella margarita (Needham, 1927): Southeastern range extension to North Carolina, USA.Journal of species lists and distribution. Volume 6. Hal 311-313.


Stanislav I. Melnitsky &Roman V. Deev. 2009. The fine structure of sternal pheromone glands in the two caddisfly species from the Rhyacophilidae and Limnephilidae families (Insecta : Trichoptera). Russian Entomological Journal. Vol. 18(2). Hal 107-116

Tidak ada komentar:

Posting Komentar